Selasa, 26 Mei 2015

Parah! Akibat Kekeringan Petani Jaga Sawah Semalaman

 Satu minggu tidak turun hujan, para petani di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis saat ini dilanda krisis air. Akibatnya tanaman padi yang baru berusia dua minggu ditanam di sawah blok Segong Dusun Munjul serta blok Sawah Lega Dusun Kota di Desa Buniseuri terancam kering.(FOKUSJabar.com)
Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)
Salah seorang petani padi di Dusun Namas Desa Buniseuri, Ade Sutarya mengatakan, krisis air di pesawaha Cipaku ini terjadi sejak hujan selama satu minggu tidak mengguyur Ciamis. Agar tanaman padi tetap bertahan hingga musim panen nanti, para petani terpaksa mengairi sawahnya secara bergiliran setiap satu jam sekali. Bahkan, mereka harus menjaga sawah mereka semalam suntuk.
” Sudah hampir satu minggu ini kami terpaksa harus berada di sawah dari mulai menjelang magrib hingga menjelang subuh menunggu air bergiliran agar sawah kami bisa terairi,” ujarnya saat ditemui Rabu (27/5/2015).
Petani lainya Ujang Japra menjelaskan, seharusnya krisis air ini sudah bisa diprediksi, dan petani tidak memaksa menanam padi di sawah mereka. Sebab jika dipaksakan para petani akan mengelami resiko kesulitan air dan terancam gagal panen. Idealnya ketika memasuki musim kemarau para petani itu menanami lahan sawahnya dengan tanaman palawija, sehingga tidak kelimpungan ketika terjadi krisis air.
Tetapi masalahnya, kata Ujang, situasi cuaca juga saat ini sulit diterka. Kadang yang seharusnya sudah masuk musim kemarau, tetapi faktanya hujan terus mengguyur, sebaliknya ketika petani memprediksi musim hujan masih berlangsung, yang terjadi malah panas berkepanjangan.
” Selama ini kami tidak dapat arahan dari petugas penyuluh pertanian sehingga untuk menanam padi para petani hanya menggunakan hasil kebersamaan, bukan dari hasil pengarahan, sehingga ketika memasuki musim seperti ini para petani kelimpungan masalah air, apalagi sekaranga cuaca sudah mulai sulit untuk dipredikisi, terkadang yang seharunya musih hujan malah musim kemarau, sebaliknya prediksi musim kemarau malah hujan turun terus,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar